Pakan merupakan kebutuhan pokok bagi setiap makhluk hidup. Dalam dunia peternakan, pakan merupakan faktor terbesar dan paling berpengaruh dalam keberhasilan suatu usaha. Untuk itu penting bagi para peternak untuk selalu memperahtikan manajemen pakan bagi ternak yang dipeliharanya, khususnya sapi perah.

Saat ini Indonesia masih ketergantungan impor susu dari luar karena produksinya belum mampu mengimbangi pertumbuhan konsumsi, meskipun ternyata tingkat konsumsi di Indonesia masih terbilang cukup rendah. Sapi perah di Indonesia menghasilkan susu sekitar 8-12 liter/ekor/hari. Untuk meningkatkan produksi susu tersebut perlu adanya perbaikan dalam manajemen pemeliharaan terutama manajemen pakan.

Untuk mendapatkan produksi susu yang tinggi dan berkualitas, pakan yang akan diberikan harus mencukupi serta Hijauan harus lebih banyak diberikan dibandingkan dengan pemberian konsentrat. Karena jika konsentrat lebih banyak akan berisiko pada kesehatan rumen sapi karena kurangnya serat hijauan. Pemberian hijauan berupa rumput gajah, odot, turi, gamal dan hijauan bernutrisi bagus lainnya dapat mengurangi pemberian pakan konsentrat sehingga bisa menghemat pengeluaran biaya untuk pembelian pakan konsentrat.

Berikut adalah kandungan nutrisi dari rumput odot, turi dan gamal:

  1. Rumput Gajah
    • Rumput gajah adalah salah satu jenis rumput yang banyak digunakan untuk pakan ternak seperti kambing dan sapi. Rumput gajah ini memiliki kandungan protein kasar sekitar 10%, serat kasar 31%, dan 21 % bahan kering. Rumput gajah memiliki umur panen 60 hari.
  2. Rumput Odot
    • Rumput odot mengandung protein kasar sekitar 11% dan memiliki tinggi 40-75cm . Pk rumput odot ini lebih tinggi dibandingkan degan rumput gajah. Palatabilitas untuk ternaknya pun sangat baik karena memiliki tekstur yang lembut. Rumput odot ini juga sangat mudah untuk di budidayakan karena memiliki umur panen yang singkat yaitu 40 hari dengan produksi mencapai 250 ton/ha.
  3. Daun Turi
    • Daun turi mengandung protein kasar 31,29%, lemak 7,57%, serat kasar 27,88% serta bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) 28,02% sehingga daun turi ini cukup baik untuk digunakan sebagai campuran pemberian hijauan pakan ternak.
  4. Daun Gamal
    • Daun gamal mengandung protein kasar 20,28% – 25,52% dan TDN (nutrisi cerna) 58,45% – 69,73% sehingga tanaman ini sangat baik untuk diberikan pada ternak. Daun gamal dapat dipanen pada usia tanaman 8 bulan dari penanaman pertama dan 90-120 hari untuk panen berikutnya

Ketersediaan rumput di Indonesia pun kini semakin menurun terutama pada musim kemarau. Sehingga pakan yang efektif untuk mengatasi itu adalah dengan cara pengawetan hijauan berupa hay, silase dan awetan hijauan lainnya. Awetan yang disarankan untuk diberikan pada sapi perah yaitu jerami jagung. Serat kasar yang terkandung pada jerami jagung ini tinggi namun memiliki kandungan protein yang rendah sehingga awetan hijauan berupa jerami jagung ini memerlukan campuran 100% jerami jagung + 20% pollard + 0% molasses sehingga nutrisi jerami jagung tersebut menjadi lebih baik.

Silase jerami jagung ini disarankan untuk diberikan pada sapi perah karena selain untuk memasok hijauan pada musim kemarau, silase jagung ini juga bisa meningkatkan produktivitas susu sampai 15 liter/ekor/hari.


Avatar

Cici Hartini

Cici Hartini | Kabupaten Bandung Barat | Polbangtan Bogor Jurusan Peternakan Prodi Kesehatan hewan | IG: @cicihartini_ | YouTube: Cici Hartini | HP: 085798144615 | cicihartini778(at)gmail.com